Senin, 22 Desember 2014

Ribuan Jiwa Mengungsi karena Banjir

Foto: tribunnews.com
Hingga kini banjir masih merendam beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bandung. Ribuan masyarakat masih mengungsi. Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang ini terjadi sejak Jumat, 19 Desember 2014, pukul 24.00 WIB, menggenangi 8 kecamatan, yaitu Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, Karang Baru, Mayakpait, Kejuruan Muda, Bendahara, Rantau, dan Serui. Banjir menyebabkan 2.370 rumah terendam dan sekitar 7.000 KK terdampak banjir sehingga mengungsi ke balai-balai pengajian dan tenda pengungsi. Tinggi banjir berkisar antara 40 cm hingga 150 cm.

BPBD Kabupaten Aceh Tamiang sudah melakukan evakuasi, pendataan, dan mendirikan 11 tenda pengungsian. BPBD bersama Dinas Sosial mendirikan dapur umum. Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan. Sampai sejauh ini tidak ada korban. Kebutuhan mendesak adalah bantuan makanan, selimut, dan pakaian.

Foto: Budi Fatria/Serambi
Sedangkan di Bandung, banjir akibat luapan Sungai Citarum yang terjadi sejak Kamis, 18 Desember 2014, saat ini sudah mulai surut dibandingkan sebelumnya. Namun beberapa wilayah masih terendam banjir. Sekitar 5.000 rumah terendam banjir setinggi antara 100 cm sampai 200 cm. Sebanyak 1.932 KK atau 6.642 jiwa masih mengungsi.

Berdasar catatan, pengungsi berasal dari Kecamatan Baleendah (523 KK/2.033 jiwa), Dayeuhkolot (660 KK/2.002 jiwa), Bojongsoang (367 KK/1.287 jiwa), Kutawaringin (29 KK/108 jiwa), Ketapang (194 KK/555 jiwa), dan Cicalengka (159 KK/657 jiwa).

Foto: Prima Mulia/Tempo
BPBD Jawa Barat, BPBD Kab Bandung bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, NGO, dan masyarakat, bersama-sama melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Kebutuhan mendesak adalah makanan, selimut, pakaian, obat-obatan, susu anak, dan lainnya.

Masyarakat di daerah yang kini terendam banjir tersebut sudah terbiasa dengan banjir akibat luapan Sungai Citarum, karena hampir setiap tahun mereka mengalami kondisi seperti ini.
Sumber: Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar