Sebuah
gempa yang berasal dari zona sesar aktif yang berada di sebelah utara
Pulau Flores itu, berada 104 km Barat Laut Flores Timur, atau 129 km
Rimur Laut Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 572 km. Masyarakat
di Kabupaten Flores Timur, Kota Mataram, dan sebagian Pulau Bali,
merasakan guncangan gempa tersebut, namun lemah. Hanya di Sikka dan
Kupang, guncangan gempa itu terasa sedang. Guncangan gempa yang
sesungguh memiliki intensitas cukup besar itu, dirasakan lemah, karena
pusat gempanya berada di laut dan jauh di kedalaman 572 km. Dan karena
itu juga tak berpotensi tsunami.Senin, 02 Maret 2015
Gempa 7,1 SR di Flores Timur
Sebuah
gempa yang berasal dari zona sesar aktif yang berada di sebelah utara
Pulau Flores itu, berada 104 km Barat Laut Flores Timur, atau 129 km
Rimur Laut Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 572 km. Masyarakat
di Kabupaten Flores Timur, Kota Mataram, dan sebagian Pulau Bali,
merasakan guncangan gempa tersebut, namun lemah. Hanya di Sikka dan
Kupang, guncangan gempa itu terasa sedang. Guncangan gempa yang
sesungguh memiliki intensitas cukup besar itu, dirasakan lemah, karena
pusat gempanya berada di laut dan jauh di kedalaman 572 km. Dan karena
itu juga tak berpotensi tsunami.Rabu, 25 Februari 2015
Siapa Bilang Kalimantan Aman dari Gempa?
Intinya,
bencana alam bisa terjadi di mana pun. Bahkan di Kalimantan, yang
selama ini dianggap aman dari gempa, bisa terjadi gempa. Oleh karena
itu, BNPB mengingatkan bahwa poin pentingnya bukanlah gempanya,
melainkan bangunan yang harus dipersiapkan untuk bisa bertahan apabila
terjadi gempa. Sedia payung sebelum hujan, itu peribahasanya. Sebab
gempa bisa terjadi dengan sebab yang selama ini umum kita ketahui,
seperti akibat pergeseran lempeng, atau tubrukan lempeng, atau gempa
tektonik karena aktivitas gunung api. Karena ternyata, ada juga gempa
yang disebabkan oleh gempa intraplate, yaitu gempa yang terjadi di dalam
lempeng itu sendiri. Jadi, supaya kita tidak terlena dengan rasa aman
yang semu, ada baiknya kita simak penjelasan dari BNPB ini, agar kita
selalu siaga terhadap bencana yang selalu mungkin terjadi.Senin, 23 Februari 2015
Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau
Kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) di Riau selalu berulang setiap tahun.
Berdasarkan data hotspot tahun 2006 hingga 2014, pola karhutla di Riau
terjadi dua periode dalam setahun yaitu antara Februari-April dan
Juni-Oktober. Modus dan motif karhutla sudah diketahui. Begitu pula
berbagai peraturan pencegahan karhutla sudah banyak. Namun selalu saja
berulang.Untuk mengantisipasi karhutla pada tahun 2015, maka siaga
darurat pencegahan dan penanganan karhutla di Riau telah ditetapkan.Rabu, 18 Februari 2015
Belajar Pada Ketangguhan Masyarakat Kelud
Rabu, 11 Februari 2015
Penanganan Banjir di Penjaringan
![]() |
| Museum Nasional tak luput dari banjir. /Foto: Dok. BNPB |
Ketika akhirnya banjir melanda,
itulah saatnya para petugas dan relawan beraksi. Mereka segera menyiapkan
logistik bagi warga yang kebanjiran, baik berupa kebutuhan sanitasi, bahan
makanan, maupun makanan siap santap – nasi bungkus hasil olahan dapur umum. Mereka
yang bertugas di lokasi banjir, berkeliling berbasah-basahan, mengevakuasi
korban banjir ke tempat pengungsian, berpatroli dengan perahu karet di tengah
kegelapan malam saat listrik dipadamkan. Semua melakukan tugas dengan
mengabaikan kepentingan dirinya sendiri dan tanpa pamrih. Kehujanan, basah,
kedinginan, dan menempuh bahaya adalah bagian dari apa yang harus mereka hadapi
di lapangan. Semuanya segera terasa manis setelah tugas tuntas dilaksanakan.
Selasa, 10 Februari 2015
Jakarta Banjir, Tapi Belum Darurat Banjir
![]() |
| Transportasi buat yang berangkat sekolah. /Foto: Dok. BNPB |
Senin, 09 Februari 2015
Jakarta Dikepung 93 Titik Banjir
![]() |
| Evakuasi warga di RW. 4, Kelurahan Sunter. Banjir makin naik. /Foto: Dok. BNPB |
Langganan:
Postingan (Atom)



