Senin, 02 Maret 2015

Gempa 7,1 SR di Flores Timur

Ilustrasi gempa. /Foto: tribunnews.comSebuah gempa yang berasal dari zona sesar aktif yang berada di sebelah utara Pulau Flores itu, berada 104 km Barat Laut Flores Timur, atau 129 km Rimur Laut Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 572 km. Masyarakat di Kabupaten Flores Timur, Kota Mataram, dan sebagian Pulau Bali, merasakan guncangan gempa tersebut, namun lemah. Hanya di Sikka dan Kupang, guncangan gempa itu terasa sedang. Guncangan gempa yang sesungguh memiliki intensitas cukup besar itu, dirasakan lemah, karena pusat gempanya berada di laut dan jauh di kedalaman 572 km. Dan karena itu juga tak berpotensi tsunami.

Rabu, 25 Februari 2015

Siapa Bilang Kalimantan Aman dari Gempa?

Foto: awakening37.blogspot.comIntinya, bencana alam bisa terjadi di mana pun. Bahkan di Kalimantan, yang selama ini dianggap aman dari gempa, bisa terjadi gempa. Oleh karena itu, BNPB mengingatkan bahwa poin pentingnya bukanlah gempanya, melainkan bangunan yang harus dipersiapkan untuk bisa bertahan apabila terjadi gempa. Sedia payung sebelum hujan, itu peribahasanya. Sebab gempa bisa terjadi dengan sebab yang selama ini umum kita ketahui, seperti akibat pergeseran lempeng, atau tubrukan lempeng, atau gempa tektonik karena aktivitas gunung api. Karena ternyata, ada juga gempa yang disebabkan oleh gempa intraplate, yaitu gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri. Jadi, supaya kita tidak terlena dengan rasa aman yang semu, ada baiknya kita simak penjelasan dari BNPB ini, agar kita selalu siaga terhadap bencana yang selalu mungkin terjadi.

Senin, 23 Februari 2015

Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau

Kebakaran hutan dan lahan di Riau. /Foto: terra-image.comKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau selalu berulang setiap tahun. Berdasarkan data hotspot tahun 2006 hingga 2014, pola karhutla di Riau terjadi dua periode dalam setahun yaitu antara Februari-April dan Juni-Oktober. Modus dan motif karhutla sudah diketahui. Begitu pula berbagai peraturan pencegahan karhutla sudah banyak. Namun selalu saja berulang.Untuk mengantisipasi karhutla pada tahun 2015, maka siaga darurat pencegahan dan penanganan karhutla di Riau telah ditetapkan.


Rabu, 18 Februari 2015

Belajar Pada Ketangguhan Masyarakat Kelud

Memperingati terjadinya bencana memang terdengar kurang menyenangkan. Namun khusus dalam kaitan mengenang terjadinya letusan Gunung Kelud, dan bagaimana tanggapnya masyarakat terdampak dalam menghadapinya, merupakan pelajaran yang tak akan pernah diperoleh di sekolah mana pun. Mereka memang ditimpa bencana, akan tetapi mereka menerimanya sebagai karunia di kemudian hari. Sebab, sejak jauh-jauh hari, mereka sudah menyiapkan diri untuk menghadapi datangnya bencana itu. Jadi, kalau ingin melihat bagaimana mereka menyambut datangnya bencana itu, simak kisah nyata berikut ini....

Rabu, 11 Februari 2015

Penanganan Banjir di Penjaringan


Museum Nasional tak luput dari banjir. /Foto: Dok. BNPB
Ketika akhirnya banjir melanda, itulah saatnya para petugas dan relawan beraksi. Mereka segera menyiapkan logistik bagi warga yang kebanjiran, baik berupa kebutuhan sanitasi, bahan makanan, maupun makanan siap santap – nasi bungkus hasil olahan dapur umum. Mereka yang bertugas di lokasi banjir, berkeliling berbasah-basahan, mengevakuasi korban banjir ke tempat pengungsian, berpatroli dengan perahu karet di tengah kegelapan malam saat listrik dipadamkan. Semua melakukan tugas dengan mengabaikan kepentingan dirinya sendiri dan tanpa pamrih. Kehujanan, basah, kedinginan, dan menempuh bahaya adalah bagian dari apa yang harus mereka hadapi di lapangan. Semuanya segera terasa manis setelah tugas tuntas dilaksanakan.

Selasa, 10 Februari 2015

Jakarta Banjir, Tapi Belum Darurat Banjir


Transportasi buat yang berangkat sekolah. /Foto: Dok. BNPB
Dengan sekitar 93 titik banjir yang mengepung Jakarta, bisa dibilang Jakarta memang sudah dalam keadaan ‘kebanjiran’. Namun Gubernur DKI Jakarta masih belum menetapkan Jakarta dalam Darurat Banjir. Hal tersebut, rasanya bisa dimengerti, mengingat wilayah-wilayah yang terlanda banjir memang merupakan daerah yang biasa kebanjiran, seperti di bantaran kali, dan daerah-daerah langganan banjir – yang terkadang banjir juga meskipun tidak hujan, antara lain karena banjir kiriman dari hulu sungai atau karena rob air laut.

Senin, 09 Februari 2015

Jakarta Dikepung 93 Titik Banjir


Evakuasi warga di RW. 4, Kelurahan Sunter. Banjir makin naik. /Foto: Dok. BNPB
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan banjir di banyak tempat. Berdasarkan data sementara hari ini, Senin, 9 Februari 2015,  pukul 16.00 WIB, tercatat ada 93 titik genangan di Jakarta. Banjir tersebar di 35 titik di Jakarta Pusat, 28 titik di Jakarta Barat, 17 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Jakarta Timur, dan 5 titik di Jakarta Selatan. Tinggi banjir bervariasi antara 10 cm hingga 80 cm. Dampaknya kemacetan parah terjadi di banyak tempat. Namun di beberapa lokasi, banjir sudah berangsur surut.