Senin, 09 Februari 2015

Siaga Banjir Jakarta, Hujan Meluas Sampai ke Puncak


Air mancur bunderan BI, dekat Patung Kuda, tergenang banjir pada pukul 11.57 WIB.
Waspada banjir berpotensi meningkat. /Foto: Dok. BNPB
Hujan terus meluas hingga ke wilayah Tangerang, Bekasi, Cibubur, Cileungsi, Citeko, Bogor, Ciawi, hingga Cisarua. Itu artinya, Jakarta akan mendapat kiriman air dari kawasan hulu Sungai Ciliwung. Jadi, hanya tinggal masalah waktu saja beberapa kawasan langganan banjir Jakarta, di bantaran Sungai Ciliwung, akan mengalami banjir. Namun soal seberapa tinggi banjirnya, tergantung bagaimana intensitas hujan di wilayah hulu Sungai Ciliwung. 

Awas Banjir di Jalanan Jakarta


Foto: Thamrin Mahesarani
Hujan yang turun sejak kemarin sore, Minggu, 8 Februari 2015, pagi ini telah menyebabkan terjadinya genangan atau banjir ringan di jalan-jalan, serta di beberapa daerah permukiman. Genangan atau banjir ringan tersebut diakibatkan oleh ketidak-lancaran drainase perkotaan, yang kurang mampu mengalirkan air hujan ke sungai dengan cepat, baik karena kecilnya kapasitas drainase itu sendiri, maupun oleh karena sedimentasi, tertutup sampah, dan sebab lainnya. 

Sabtu, 07 Februari 2015

Ancaman Musim Hujan Tak Hanya Banjir, Tapi Juga Petir


Foto: truthbeforedishonor.wordpress.com
Masih ingat dengan yang namanya awan cumulonimbus? Ya, awan yang diduga telah mencelakakan pesawat AirAsia di Selat Karimata di pengujung tahun kemarin. Tapi jangan Anda pikir awan itu hanya berbahaya bagi penerbangan. Soalnya, awan itu juga ancaman buat pelayaran dan juga di darat. Sebab, awan itu selain pembawa hujan, juga punya potensi sebagai pencipta badai. Angin puting beliung, badai petir, dan hujan sangat deras adalah hasil dari aktivitas awan ini. Dan yang namanya badai, baik di udara, di laut, maupun di darat, adalah ancaman bencana yang tak bisa diduga akibatnya. 

Sabtu, 31 Januari 2015

Longsor di Bali, Banjir di Bima

Foto: sindonews.com
Hujan deras yang terjadi di penutup bulan Januari ini telah menyebabkan terjadinya tanah longsor di Bali dan banjir di Bima. Hal itu merupakan peringatan, sekali lagi, kepada kita bahwa periode Januari hingga Februari adalah waktu yang penuh dengan kerawanan akan bencana, khususnya yang berkaitan dengan musim penghujan. Karena itulah BNPB terus mengingatkan dan mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada dan siaga terhadap bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Senin, 26 Januari 2015

Banjir Bandang di Sumbar Rusakkan 657 Rumah


Foto: yayasandareliman.blogspot.com
Bencana banjir bandang yang menerjang pada Jumat sore, 23 Januari 2015, di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, telah merenggut dua jiwa, serta merusakkan 657 rumah. Bencana itu berawal dengan terjadinya hujan yang sangat deras yang berkepanjangan, sehingga membuat Sungai Batang Salido, Sungai Batang Painan, dan Sungai Batang Jalamu tak sanggup menampung debit air yang ditumpahkan dari langit itu, yang menggelontor masuk ke aliran sungai. Maka meluaplah air, melampaui dinding-dinding sungai, dan menerjang segala yang dilaluinya menuju tempat yang lebih rendah. 

Jumat, 23 Januari 2015

Jakarta Banjir di 36 Kawasan


Bantuan untuk korban banjir. /Foto: Thamrin Mahesarani
Setelah dua hari dua malam dirundung hujan, akhirnya Jakarta kembali mengalami banjir di beberapa wilayahnya. Tercatat ada 36 wilayah Jakarta yang digenangi banjir ringan, yang maksimal setinggi 100 cm. Dan umumnya, banjir tersebut terjadi karena buruknya sistem drainase. Sebab menurut pantauan BNPB, semua sungai yang ada di Jakarta debit airnya dalam kondisi normal. Jadi, bukan banjir akibat luapan air sungai. Melainkan banjir karena air hujan mengalami hambatan untuk mengalir ke sungai, akibat tidak lancarnya sistem drainase di kawasan-kawasan yang mengalami genangan. 

Kamis, 22 Januari 2015

Ayo, Selalu Waspada dan Siaga Terhadap Bencana


Banjir Ciliwung. /Foto: Thamrin Mahesarani
Peringatan yang sudah sama kita maklumi, namun tetap harus disampaikan ialah: Selalulah bersikap waspada, karena bencana datang dengan tidak terduga. Dan bencana yang berpeluang terjadi pada musim penghujan ini ialah, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, banjir bandang, dan banjir lahar dingin. Dan hujan, apabila banyak terjadi di daerah perkotaan, ia hanya akan menjadi masalah bagi warga kota itu sendiri, serta masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang hulunya berada atau melewati di kota tersebut. Akan tetapi, kalau hujan banyak terjadi di gunung, maka ia akan membawakan banjir lewat sungai-sungai yang hulunya berada pada gunung tersebut. Jakarta adalah salah satu kota yang kerap mengalami hal itu. Apabila hujan banyak terjadi di daerah Puncak dan Bogor, maka Jakarta – khususnya mereka yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung – harus bersiap-siap menerima kiriman banjir dari sana. Dan hal seperti itu sudah biasa, karena rutin terjadinya.